19 days experience
Libur sekolah semester genap sangat lah lama hampir kurang lebih satu bulan karena bersamaan dengan libur bulan ramadhan.
Sebagian orang memanfaatkan waktu liburnya dengan berkumpul bersama keluarga,sahabat dan teman untuk saling bertukar cerita dan memanfaatkan waktu bersamanya dengan hal-hal menarik lainnya.Ada juga orang yang memanfaatkan waktu liburanya dengan bekerja.Termasuk saya adalah orang yang memanfaatkan waktu liburnya dengan bekerja.kenapa saya bekerja?apakah di suruh orang tua?apakah ada paksaan dari orang lain? tentunya saya bekerja karena keinginan saya sendiri,saya tidak di suruh untuk bekerja oleh orang tua dan tentunya tidak ada paksaan dari orang lain.
Awalnya saya tidak pernah berpikir untuk bekerja,karena saya masih sekolah.Tetapi kenapa tidak,sekolah masih lama,dari pada saya tidak ada aktivitas apa-apa hanya kejenuhan yang setiap hari hanya saya alami
Pada hari senin tanggal 11 juli 2018,saya di ajak main oleh saudara saya,yaa....untuk menghilangkan kejenuhan lah:)).ketika saya sedang main yang tidak tentu mau tujuannya kemana tiba-tiba mendapatkan ide dari pada kita cuma membuang-buang uang dengan tujuan yang tidak jelas,mendingan kita cari pekerjaan saja lagian kan sekolah masih lama.kebetulan kita dari tadi melewati beberapa rumah makan,tidak ada salah nya juga kan kita bekerja di rumah makan?kata saudara saya.
Kebetulan juga sodara saya mempunyai kenalan yang bapak nya bekerja di dalah satu rumah makan.
Saya dan sodara saya langsung pergi ke rumah makan tersebut.ketika sampai di rumah makan tersebut saya dan saudara saya langsung masuk ke dalam rumah makan dan menanyakan,apakah di rumah makan ini ada lowongan pekerjaan?ternyata ada,karena setiap bulan ramadhan rumah makan pasti ramai dan membutuhkan pekerja tambahan.akhirnya kami berdua pun di terima di rumah makan tersebut dan langsung bekerja:))
Memang pekerjaan itu tidak ada yang enak,semua pekerjaan itu hanya membuat lelah apalagi untuk saya yang pemula dan masih pelajar tentu hal tersebut merupakan hal yang berat.tetapi saya tidak menyesal karena itu kemauan saya sendiri:))
Hari kedua,saya mulai bekerja lagi dan di hari kedua juga saya terlambat masuk kerja dan mendapat teguran dari pemilik rumah makan tersebut.
ngapain jam segini kalian baru datang?kalian sudah terlambat setengah jam,kalian taukan di rumah makan ini juga punya peraturan,maksimal kalian datang tepat jam 07.00 pas dan lebih baiknya lagi kalian datang jam jam 06.30.kata pemilik rumah makan tersebut.
Kata saya dan saudara saya,kami terlambat karena susah mendapatkan kendaraan umum dan kebetulan kami naik kendaraan umum di tambah lagi perjalannanya sangat macet,kebetulan kalau menjelang hari raya volume kendaraan sangat meningkat.
Tidak ada alasan untuk kalian,banyak kendaraan umum ko dari subuh,kaliannya aja yang nunggunya kesiangan ,kalau macet nunggunya jangan siang dari subuh ke,pokok nya tidak ada alassn untuk kalian,kata pemilik rumah makan tersebut.
Kami pun berjanji tidak akan kesiangan lagi:))
Saya ternyata sadar,kenapa kita di sekolah kalau kesiangan suka di tegur oleh ibu atau bapak guru,karena itu juga untuk kita kedepannya.apalagi di dunia kerja tidak ada alasan untuk kesiangan.kalau kesiangan yaaa... kalian sediri juga tau;(.sedangkan di sekolah hanya di beri teguran ringan yang akan terus-menerus di ulangi dan di ulangi :))dan kami pun kembali bekerja ke tempat masing-masing.
Hari ke tiga,menjelang hari raya,rumah makan tersebut sangat ramai dengan para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya masing-masing.kebetulan rumah makan tersebut tempat peristirahatan bus dari berbagai tujuan.
Begitu ramai pengunjung yang datang,membuat saya merasakan kelelahan dan saya juga di situ merasakan bagaimana sulitnya mencari uang.
Ternyata mencari uang tidak semudah kita meminta uang kepada orang tua.tatapi saya senang bekerja di sana banyak orang-orang yang begitu peduli terhadap saya.yaaa....meskipun karakter semua orang tidak sama,tetapi saya tetap bertahan karena yaa namanya juga di dunia kerja.biasalah kalau ada orang yang baru pekerja lama suka sewott:)) merasa tidak suka pada orang yang baru ,mungkin karena takut tersaingi,kanapa takut tersaingi?karena meteka mengira saya akan dekerja tetap di sana dan mereka juga tidak mengetahui bahwa saya masih belajar:))
Setelah mereka mengetahui bawa saya masih sekolah,sikap mereka terhadap saya menjadi seperti biasannya,ramah dan peduli dan yang pastinya mereka sangat menyenangkan.
Begitu pun hari-hari selanjutnya......3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18(biasa lah orang yang bekerja gimana).
Ke sembilan belad hari saya bekerja saya merasa rumah makan ini sudah normal kembali seperti biasanya.saya dan saudara saya memutuskan untuk berhenti bekerja.tetapi begitu berat untuk meninggalkan rumah makan ini mungkin karena orang-orangnya ramah dan peduli terhadap satu sama lain,begitu pun para pekerja yang ada di rumah makan itu mengatakan,kalian kan masih lama sekolah nya kenapa harus berhenti hari ini?karena kami harus mempersiapkan perlengkapan sekolah meskipun sekolah nya masih lama,kan lebih cepat lebih baik:))
Begitu banyak pengalaman yang saya dapatkan selama sembilan belas hari bekerja di rumah makan tersebut .
Dan saya juga menjadi tau bagaimana orang tua kita mencari nafkah/banting-tulang demi anaknya tanpa kita mengetahui sulitnya mencari uang,tapi kita sebagai anak hanya tau nya minta dan minta tanpa mengetahui yang mereka rasakan
SEKIAN:))
